ada 3 alasan kyknya gua bakalan dapet E dibeberapa Subject Semester ini.
1. Absensi gua yang uda bolong-bolong
2. UAS terakhir gua cuma sanggup nulis; "PS: well, ma'am, I'm not asking much but D for the final score. I'm begging you " di pojok bawah lembar jawaban gua. Moron!
3. Dan tatapan dosen Syntax+Literary Criticism yang tiap ketemu gua pasti pake tatapan Kapan-Mau-MID-Susulannya? argh....
Sebenernya ini yang jdi concern gua selama ini. Sebenernya kita kuliah buat apa?
ambil gelar, terus cari kerja?
isi waktu luang?
pengen nambah ilmu?
formalitas buat peningkatan status?
tuntutan orangtua?
ikut-ikutan temen?
kemaren gua liat bejibun anak-anak ikutan test SNMPTN, tes masuk perguruan tinggi negri. gua jadi inget, dulu setelah lulus SMA, gw beneran ga punya tujuan ngelanjutin kuliah kemana. akhirnya ikut-ikutan temen bawa STTB buat ikutan tes masuk dan beberapa akademi. gw ga lulus, but then so what? apa yang diharapin dari anak yang nyelesein baca LOTR Trilogi dimalam sebelum tes SPMB? :P
masalahnya, sekarang gua mulai ngerasa iri sama anak-anak yang kuliah di Public College.
Okay, mungkin ruang kelas mereka ga seadem ruangan AC tempat gua biasa belajar. Tapi somehow, prestige yang mereka pegang jauh lebih baek dari yang gw rasain sekarang.
Terutama the latest years, gua mulai bisa ngliat tipikal perguruan swasta *Di Lampung khususnya, yang orientasinya beneran buat mencari massa/siswa sebanyak-banyaknya dengan mengumbar mati-matian semua kemegahan/fasilitas/kemudahan dan bla-bla-bla di iklan koran!
Nice from outside, hideous inside.
It looks so desirable, with those smiles and nice-looking-office-ladies waiting on the front desks, but inside it's so lame on education system and quality. And I hate when the marketing values are on the way to treat the new students.
It sucks.
I've been feeling better to look this messy and lame rather than being a fake smiling doll to tell the world how a lucky human being I am.
It's nice to be moron.


No comments:
Post a Comment