Sunday, July 6, 2008

The Fellowship of the Nerd: Apa Nama Panjang Gua!! Lo Nanya Nama Panjang Gua!!!???

Somehow, gua tadinya berharap gua bakalan ngejalanin hari ini seperti biasanya; panjat pohon kelapa tetangga, ngupil pake gagang sapu, dan jilatin layar monitor yang ditaburin ceres.... BUKAN! Maksud gw, tadi pagi gua udah sms my Dearly Beloved, I wanted to meet her today (I damn missed her, a lot!!!). Dan akhirnya gua pun melancong menuju kampus, tempat dimana my Dearly Beloved tengah bercengkerama dengan gerombolannya.

Setelah nyampe kampus, Mba Anggi dari Arie Tour and Travel (yang ngurusin Study Tour Kampus ke Singapore bulan Juli ini) text me kalo dia dah ada dikantor imigrasi, ngurusin Passport gua yang lagi bermasalah. And there we were, dengan wajah sedih, My Dearly Beloved harus melepas kepergian Bubunya (harus gua jelasin Bubu itu diambil dari kata Boo-Boo = Ya-yang :P) yang tercinta ini, demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyembuhkan epilepsi akutnya! (halah..). Jadi gua memacu kembali Si Misol (Mio Soul kesayangan :P) menuju tempat yang dinginkan. Kemana tujuan kita hari ini? Kantor Imigrasi! Yeeeeeeaaaah....


Okay, ini dia masalah kita, kenapa passport gua ga kelar-kelar urusannya; It's my name.

Nama lengkap gw; Swaji MH Nusa. What has troubled para emba-emba dikantor imigrasi itu adalah, MH itu stands for apa?! Gua emang udah tau MH itu stands buat apa aja, tapi masalahnya adalah, di Akte kelahiran dan semua surat-surat kependudukan gua semuanya tertulis Swaji MH Nusa. Dan menurut peraturan yang berlaku, tidak ada nama singkatan dalam penulisan nama di passport!

Akhirnya gua nyerah, dan ngaku sama emba-emba nya kalo gua sebenarnya titisan Nyi Roro Kidul, yang nyamar jadi manusia biasa, dan kalo malem, balik lagi jadi nyai-nyai dan mangkal dilampu merah buat cari mangsa. MH itu sebenarnya adalah kata sandi yang hanya bisa dimengerti oleh keturunan asli Nyi Roro Kidul. Herself. Hihhihihihihihihii....


Okay, okay.. Gua ngaku, kepanjangan dari MH itu apa. It's become everybody's question to me, whenever they asked me what that MH stands for.

"Muhammad y?"

"bukan, itu dua-duanya nama kakek mba. Kakek dari pihak ayah sama ibu..."


Dengan menarik nafas panjang, gua bulatin tekad untuk ngebuka rahasia yang udah gua simpan bertahun-tahun ini! Belum ada satu orang pun yang tau, MH itu apa! Sekarang lah saatnya, I tell the world this sacred secret!


"Itu sebenarnya, Swaji M*** H**** Nusa mba."

(Jangan berharap banyak teman-teman.. Huahaahuahauhaua)

Okay, si emba-emba percaya kalo itu nama panjang gua. Bukan karena gua ngomongnya sambil kedip-kedip mata dan jilat-jilat kaca di meja dia duduk y.. She just simply believed it! Ask no question! That did it! Finish, case closed. Adios Amigos.

Namun ternyata, it's not over yet! Gua masih butuh Surat Keterangan dari Kecamatan buat mastiin kalo pernyataan tersebut adalah fakta adanya! Sh*t.. I hate this system. Then What I needed to do was riding like evil to the Department and asked them the bloody letter!

Then that I did it! Salip sana-salip sini! Angkot diterabas! Ojek disalip! Becak digagahi! (hayah! Hiperbola). Gua tau tujuan awal sebelum ke kantor kecamatan, biasanya minta surat pengantar di kantor kelurahan. Jadi mampirlah dahulu diriku kekantor kelurahan.

Oh, I feel like dejavu! Gue ketemu dengan ibu-tukang-bikinin-KTP-gua-yang-bayarnya-95ribu itu! Sekalian gua iseng, nanyain KK yang dia suruh bikin kemaren.

"Ibu, dateng lagi nih. Saya mau minta tolong bikinin surat pengantar ke kecamatan sekaligus nanyain KK saya kemaren"

"Oh? KK ya? Kamu kan belum nikah, dek? Ngapain butuh KK? Kamu kan belum punya keluarga sendiri?"

"Oh gitu ya... " (Sh*t! D*mn! F*ck!! Perasaan kemaren dia yang nyuruh gua pake acara bikin KK segala!! Dasar Babi aer beranak Kuda Lumping!!!)

Dengan penuh basa-basi, akhirnya sang ibu menyarankan gua untuk segera menuju ke kantor kecamatan, karena menurut dia, masalah Surat Pernyataan tidak memerlukan surat pengantar dari Kelurahan. Okay, the next route is; Kantor Kecamatan! OMG, it's in the middle of the bloody day! Don't you see the SUN!!!


Singkat cerita, gua nyampe juga di kantor Kecamatan. Muter sana, masuk ruangan sana, masuk ruangan sini, senyum sama bapak itu, senyum sama bapak ini. After a small discussion dengan orang yang bersangkutan, disarankan: pembuatan Surat Keterangan dilakukan di Kantor Kelurahan, dan kantor Kecamatan hanya memegang posisi "yang-mengetahui" ajah.

"Eek Onta lo semua!!!"

Well, passionately, gua genjot lagi Si Misol menuju Kelurahan, sempet nyasar karena gua inget bener, dijalan berangkat tadi gua ga lewat sawah! Dan sekarang didepan gua; SAWAH! Sampai dikelurahan, dan jelasin dengan sabar fakta yang ada dengan sang ibu-tukang-bikinin-KTP-gua-yang-bayarnya-95ribu itu, dan menutup reportase siang dengan senyum cabul penuh birahi. :P


"Ya udah, kalo gitu dibikin aja suratnya. Tapi tukang ketiknya udah pulang lo, kalo kamu bisa ngetik sendiri engga apa-apa, tuh mesin tik nya", tangan si Ibu menunjuk ke arah mesin tik segede babon dimeja belakang gua. Setan! Mana ngerti gua! Pake kalkulator aja manyun-manyun ga ngerti sendiri.

"Ya udah bu, saya ketik sendiri, ini saya bawa laptop"

"Wah bagus tuh, ya udah, ini contohnya..."

Dengan bimbingan sabar dari Sang ibu-tukang-bikinin-KTP-gua-yang-bayarnya-95ribu, akhirnya surat keterangan gua kelar juga. Kalo dipikir-pikir, ni ibu manis juga, sayang Kakek gua udah ninggal, kalo engga udah gua pasti udah nyomblangin dia sama beliau.

Tadi awalnya gua pengen nanya; "Maaf bu, ini ngeprintnya dimana?", tapi berhubung gua inget teknologi paling mutakhir di Kantor kelurahan ini cuma mesin tik babon yang ada dimeja belakang gua, gua batal nanya dan inisiatif buat keluar, cari rental komputer terdekat.

Pas nungguin file nya diprint, my beloved mom nelfon...

"Kan tinggal bilang aja kalo MH nya itu M*** sama H****? Susah amat sih?"

"Iya, tapi kan butuh surat keterangan juga bu? Sukur-sukur ga sekalian disuruh potong Kambing sama cukur rambut dulu gara-gara urusan nama ginian".

Printing completed! Now harus buru-buru balik kekantor kelurahan, it's almost jam 1, bukannya ini jam makan siang kantoran kan? Sedikit terhambat karena ada Supra Fit item yang nutupin Si Misol diparkiran rentalnya, alhasil gua harus keliling nyariin sang pemilik that Bloody Supra Fit dirental dan akhirnya, kewarnet sebelah. Time went by, dan gua langsung ciaow! menuju kantor kelurahan untuk menyampaikan tugas yang sudah terselesaikan setelah Si Misol bisa kembali kejalanan tercinta.

Angin kehidupan menghembus dalam kelegaan ku, dan kini senyum tergantung kembali disudut-sudut bibirku.. (halah!!!)

But that did not stand for a long time.

"Pak Lurahnya baru aja pulang..",
kata sang ibu-tukang-bikinin-KTP-gua-yang-bayarnya-95ribu itu.

"Pulang?"

"Iya, pulang... Kalo engga kamu susul aja, masih belum jauh-jauh amat kali. Mobil nya Kijang warna biru, Ibu lupa platnya tapi..."


OKAY! It's enough!! Gua putusin urusan ini bakalan gua kelarin besok aja! Gua pamid pulang sama sang ibu-tukang-bikinin-KTP-gua-yang-bayarnya-95ribu, and promised her that I'd be back tomorrow. I was hungry and suffering heat, I better find food, that was what I thinking about.


Gua mampir diwarung bakso terdekat yang gua liat deket situ.

"Mau yang mana mas? Yang biasa apa yang setan?"

"Maaf mba?", entah karena gua menderita radang telinga yang wajib dibawa ke dokter THT secepatnya, ato karena otak gua udah kebakar matahari, sehingga yang gua denger dari si mba-mba penjaga warung barusan adalah; "MO MAKAN APA LO, SETAN??"

"Mau Bakso yang biasa ato yang Bakso Setan mas? Tuh yang gede itu..". Gua menyusuri telunjuk sang mba penjaga warung, ada Bakso segede kepalan tangan dikukusannya. Ngeliat iler gua yang dah netes dan tatapan liar penuh birahi ke bakso setan tersebut, gua yakin si Mba ga perlu nunggu jawaban gua kalo gua mau tu bakso setan!


While waiting for the meal and drink, gua sending SMS to My Dearly Beloved. Ceritain mirisnya nasib Bubunya hari ini.

"duuh. kasiian bubuku.. y udh, mkn dulu laah bubunya.. namba, kLo prlu.. pasti bubu laper abiz panas2an... "

Argh! I missed her more! Hari ini udah batal ketemu sama dia.

Here goes my Meal. Satu sendok pertama buat rasain rasa kuahnya. Hambar. Okay, mungkin panas matahari, selaen bisa ngebakar otak lu, sekaligus bisa ngilangin indra pengecap lo. Gua coba es jeruk yang dipesen; hambar. Er, there's something wrong with these foods, and I'm not the only one who feel the same. Gua liat meja sekitar gua, semua orang bubuhin garam tambahan disetiap mangkok bakso mereka. Setan! Ni Bakso Setan beneran ga ada rasanya! Setan!!

Dan Bakso SETAN yang hambar bener-bener sempurna buat nutup hari yang SETAN ini! Darn it!!!










No comments: